Mahasiswa STIER Belajar & Wisata ke Bogor & Sukabumi

No. 060819001   Zainudin   kunjungan industri, bogor, sukabumi, stier   Selasa, 06 Agustus 2019   179

Mahasiswa STIER Belajar & Wisata ke Bogor & Sukabumi

Mahasiswa STIER Belajar & Wisata ke Bogor & Sukabumi

Sebagai bagian integral kurikulum, STIE Rahmaniyah Sekayu sejak tahun 2016 melaksanakan kegiatan Studi Industri dan Studi Ekskursi atau lebih dikenal Kunjungan Industri (KI). Tahun ini perjalanan KI selama 6 hari dengan kota tujuan Jakarta, Bogor dan Sukabumi.

KI dilaksanakan bertujuan: (1) memberikan pengalaman belajar tentang aktivitas perusahaan dari sisi manajerial, produksi dan keuangan, (2) memberikan pengalaman langsung dunia kerja, dan (3) mendekatkan perguruan tinggi dengan dunia industri sebagai mitra dalam pengembangan kurikulum.

Kota tujuan KI berubah dari tahun ke tahun. Tahun 2016 ke Lampung, 2017 ke Jakarta dan Bandung, 2018 ke Yogyakarta dan Bandung. KI memadukan kegiatan kunjungan ke perusahaan dan kunjungan ke tempat wisata dan kuliner.

Adapun tempat yang menjadi sasaran kunjungan KI 2019 adalah: Taman Mini Indonesia Indah, PT. Yakult Persada Indonesia, PT. Amerta Indah Otsuka, dan Jungleland Adventure Theme Park Sentul.

Jumlah peserta KI 2019 sebanyak 94 mahasiswa, 8 dosen pembimbing lapangan (DPL) dan 13 official.

Sebelum pemberangkatan tanggal 22 Juli, 17 Juli yang lalu, mahasiswa dan DPL menerima pembekalan dari Panitia dan Riri Tour tentang: (1) teknis pemberangkatan, perjalanan dan kepulangan, (2) teknis penginapan dan kunjungan dan (3) dasar, tata cara pelaporan dan penilaian.

Dr. Desi Ulpa Anggraini, S.E., M.M., M.Si., menyampaikan bahwa KI akan terus dikembangkan dan dievaluasi sebagai bagian integral kurikulum.

“Dengan KI diharapkan mahasiswa dapat belajar melalui komparasi teori yang dipelajari di kampus dan praktek yang dilaksanakan perusahaan sekaligus menikmati perjalanan wisata” papar Ketua STIE Rahmaniyah Sekayu.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Rahmany, M. Yustian Yusa, S.S., M.Si., saat melepas rombongan, bahwa KI sebagai media bagi mahasiswa untuk belajar langsung dan mencermati serta mengambil titik perbedaan antara dunia teori dan praktek.

“Pengalaman belajar demikian hanya Saudara temukan di STIE Rahmaniyah” tegas Ketua Yayasan yang memperoleh Master dari Universitas Indonesia ini.


Berita Terkait
. AGENDA KAMPUS .